//
you're reading...
Khutbah

Sampai Jumpa Di Telagaku


Khutbah ‘Idul Fithri 1436 H/2015 M

Di Ma’had Imam Syafi’i Genteng-Banyuwangi

____________

:: Oleh Abu Halbas Muhammad Ayyub::

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

 

Segala puji bagi Allah yang nama-Nya dipuja dan disanjung baik dikala suka maupun duka, dikala sempit maupun lapang, dikeramaian maupun ditempat sunyi nan hening, dikala pagi maupun petang.

الله أكبر الله أكبر الله اكبر ولله الحمد

Jika bumi yang dipijak serasa sempit olehmu dengan berbagai fitnah kemaksiyatan maka puji dan besarkan nama Allah. Jika dadamu serasa sesak dengan berbagai persoalan kehidupan maka puji dan besarkan nama Allah. Jika perniagaan dan pertanian yang diharapkan keuntungannya tidak kunjung tiba maka puji dan besarkan nama Allah. Jika rumah tangga yang diharapkan kebahagiannya tidak kunjung hadir maka puji dan besarkan nama Allah. Jika sakit yang diderita tidak kunjung sembuh maka puji dan besarkan nama Allah.

الله أكبر الله أكبر الله اكبر ولله الحمد

Ya Allah, sesungguhnya kami semua berkumpul ditempat ini untuk mengikuti sunnah nabi-Mu, untuk bersama memuji kebesaran dan keagungan-Mu. Kami semua bertasbih dan memuji kepada-Mu sebanyak makhluk yang Engkau ciptakan, kami bertasbih dan memuji kepada-Mu seberat timbangan ‘arsyi-Mu, sepanjang keridhaan-Mu, dan sebanyak tinta-tinta kalimat-Mu.

Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan rasul-Mu yang mulia yang telah menasehati kami dengan sebaik-baik nasehat, yang menyayangi dan mencintai kami dengan cinta yang tulus.

Atas karunia-Mu dan atas petunjuk rasul-Mu, kami dapat mengetahui kebenaran dari kebatilan, kebaikan dari keburukan, keselamatan dari kebinasaan dan keimanan dari kekufuran. Sebelum itu, kami tidak ubahnya laksana laron-laron yang bermain disekitar api, dan ketika kami hendak menceburkan diri kedalamnya, rasul-Mu datang menyelamatkan kami.

الله أكبر الله أكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyiral muslimin yang berbahagia, semoga Allah memuliakan kita semua

Ini adalah hari yang agung, ini adalah hari suka cita, hari dimana segenap kaum muslimin diseluruh penjuru dunia berbondong-bondong menuju tanah lapang dan masjid-masjid mereka, saling berbagi doa, saling menebarkan senyum kasih sayang dan kegembiraan dengan sesama.

Iya, ini adalah hari kita bergembira, dan merupakan hak kaum muslimin untuk meluapkan kegembiraannya, sekalipun kita sadar bahwa kegembiraan kita hari ini berdampingan dengan kesedihan, berdampingan dengan keprihatinan atas apa yang menimpa saudara kita semuslim dibelahan dunia yang lainnya.

Tentang negeri Arakan, sebuah kerajaan Islam yang besar nan kuat yang dahulu hidup terpisah dari Myanmar, yang dihuni jutaan muslim Rohingnya kini ada dalam kondisi yang mengenaskan, ada ribuan dari mereka meninggalkan kampung halamannya untuk menghindari intimidasi dan pembantaian orang-orang kafir Budha.

Tentang negeri Afghanistan, negeri para Mullah, hingga detik ini semenjak belasan tahun yang lalu negeri mereka ternajisi oleh orang-orang kafir Nashara. Disana, mereka menumpahkan darah ribuan kaum muslimin, mengadu domba dengan sesama mereka, serta mencabik-cabik kehormatan Islam dan kaum muslimin.

Tentang negeri Suriah, negeri para anbiyâ’, yang dihuni oleh mayoritas ahlus sunnah wal jamaah, kini ada dalam serba ketidakpastian. Kota-kota ahlus sunnah dihancurkan, kelaparan melanda, mayat-mayat bergelimpangan diberbagai penjuru kota. Mereka telah dinistakan oleh orang-orang majusi Syi’ah Rafidhah.

Tentang Palestina, negeri yang diberkahi disekitarnya, kini ada dalam kungkungan dan kepungan keturunan para babi dan kera dari kalangan orang-orang kafir Yahudi.

Kondisi yang menyedihkan ini persis seperti yang disabdakan oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam:

يُوشِكُ الأممُ أن تداعَى عليكم كما تَداعى الأَكْلةُ إلى قِصْعَتِها

Artinya: Hampir-hampir saja para musuh-dari kalangan orang-orang kafir- mengerubuti kalian, laksana hidangan yang berada diatas meja makan. [Shahih. As-Silsilatus Shahihah oleh Syaikh Albâni nomor 958].

 

Ma’asyiral muslimin yang berbahagia, semoga Allah memuliakan kita semua

Alangkah beratnya berpegang teguh pada sunnah di masa-masa kini; di masa-masa yang penuh dengan tipuan; kebenaran dianggap sebagai kebatilan, kebatilan dianggap sebagai kebenaran, pendusta dibenarkan sedang orang jujur didustakan,  fitnah syubhat dan syahwat  datang bertubi-tubi menghampiri kaum muslimin laksana potongan-potongan malam gelap gulita, musuh-musuh tidak hanya menampakkan taring-taringnya namun juga telah menancapkan taring dan kuku-kukunya,  tidak hanya datang dari luar Islam namun juga datang dari tubuh kaum muslimin sendiri. Berpegang teguh pada sunnah masa kini laksana menggenggam bara, digenggam tangan akan melepuh dilepas bara akan padam. Kondisi-kondisi inilah yang mengingatkan kita pada sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam seusai beliau berziarah kubur bersama para shahabatnya, beliau tiba-tiba bersabda;

وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا قَالُوا أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ فَقَالُوا كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ أُنَادِيهِمْ أَلَا هَلُمَّ فَيُقَالُ إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا

Sungguh aku amat ingin  sekiranya kita dapat melihat saudara-saudara kita.” Para sahabat bertanya, Bukankah kami ini saudara-saudaramu wahai Rasulullah? Beliau menjawab dengan bersabda: “Kamu semua adalah sahabatku, sedangkan saudara-saudara kita ialah mereka yang belum berwujud.”  Sahabat bertanya lagi, ‘Bagaimana engkau dapat mengenali mereka yang belum berwujud dari kalangan umatmu wahai Rasulullah? ‘ Beliau menjawab dengan bersabda: “Apa pendapat kalian, seandainya seorang lelaki mempunyai seekor kuda yang berbulu putih di dahi serta di kakinya, dan kuda itu berada di tengah-tengah sekelompok kuda yang hitam legam. Apakah dia akan mengenali kudanya itu? ‘ Para Sahabat menjawab, ‘Sudah tentu wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda lagi: ‘Maka mereka datang dalam keadaan muka dan kaki mereka putih bercahaya karena bekas wudlu. Aku mendahului mereka ke telaga. Ingatlah! Ada golongan lelaki yang dihalangi dari datang ke telagaku sebagaimana dihalaunya unta-unta sesat’. Aku memanggil mereka, ‘Kemarilah kamu semua’. Maka dikatakan, ‘Sesungguhnya mereka telah menukar ajaranmu selepas kamu wafat’. Maka aku bersabda: “Pergilah jauh-jauh dari sini.” (HR. Muslim No. 367).

Kaum muslimin, lihatlah! bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam amat merindukan dan menginginkan bertemu dengan kalian, bertemu dng ummatnya yang tidak semasa dengannya, ummat yang datang dan lahir sepeninggalnya, yang beriman kepadanya tanpa melihak sosok dirinya shallallahu ‘alaihi wa shallam. Kokoh dalam berpegang kepada sunnahnya sekalipun tidak menyaksikan berbagai macam mukjizat yang lahir dari tangannya, atau menyaksikan bibir beliau yang mulia membaca kalam Allah, atau menyaksikan langsung keindahan akhlaknya shallallâhu ‘alaihi wa sallam! Beliau benar-benar memuji kalian wahai saudara-saudaraku yang berpegang kepada ajarannya. Beliau bersabda –sebagaimana yang dilaporkan oleh Abu Umamah radhiyallâhu ‘anhu-:

طُوبَى لِمَنْ رَآنِي وَآمَنَ بِي وَطُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي سَبْعَ مِرَارٍ                      

“Beruntunglah/Berbahagialah orang yang pernah melihatku kemudian beriman kepadaku, dan beruntunglah orang yang beriman kepadaku, padahal ia tidak pernah melihatku, hal ini diucapkan hingga tujuh kali (HR. Ahmad dan disahihkan oleh Al-Albani).

 

Kaum muslimin dan muslimat yang semoga Allah merahmati kita semua..

Jika kalian merindukan Nabi maka sungguh Nabi pun merindukan kalian. Jika kalian amat menginginkan bertemu dengannya maka sungguh Nabi pun menginginkan yang sama. Tetapi kaum muslimin kerinduan-kerinduan tidak akan bertautan dan tidak akan berujung pada pertemuan yang manis dan indah kecuali dengan tiga syarat berikut ini:

 

            Syarat Pertama; Beriman Kepada Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

              Ini adalah syarat utama dari sekian syarat yang ada. Beriman kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti menetapkan kenabiannya, bahwa dia benar-benar Nabi yang diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala, nabi terakhir dan tidak ada nabi setelahnya. Membenarkannya, bahwa apa yang dia bawa benar-benar datang dari Allah ta’ala bukan dari kehendak dan hawa nafsunya. Mentaati dan mengikuti syariatnya, yaitu menjalankan segala yang diperintahkannya dan meninggalkan segala yang dilarangnya, bahwa mentaati beliau pada sejatinya mentaati Allah ta’ala, bahwa mentaatinya adalah penyebab masuk kedalam syurga sedang menyelisihinya adalah sebab masuk kedalam api neraka, dan inilah makna sejati dari kesaksian kita; Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah.’ Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أُمَّتِيْ يَدْخُلُوْنَ الجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَىْ» قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَمَنْ يَأْبَىْ ؟ قَالَ «مَنْ أَطَاعَنِيْ دَخَلَ الجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَىْ». البُخَارِيْ

“Semua ummatku akan masuk syurga kecuali orang yang enggan’ Para shahabat bertanya: Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu? Beliau bersabda, ‘Barangsiapa yang mentaatiku ia masuk syurga dan barangsiapa yang menyelisihiku maka dia enggan (masuk syurga).” [HR. Al-Bukhâri].

             Syarat kedua: Wudhu.

            Dengan wudhu inilah Nabi mengenali kita sebelum kita dan beliau disatukan didalam telaganya. Wudhu bukan hanya sekedar membasahi anggota wudhu dengan air tanpa makna. Namun wudhu adalah cahaya pada hari kiamat, wudhu adalah penjagaan Allah, wudhu adalah senjata sekaligus tameng, dan wudhu adalah pengampunan. Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ فَتَمَضْمَضَ خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ فِيهِ وَإِذَا اسْتَنْثَرَ خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ أَنْفِهِ فَإِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ وَجْهِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَشْفَارِ عَيْنَيْهِ فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ  خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ يَدَيْهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِ يَدَيْهِ فَإِذَا مَسَحَ بِرَأْسِهِ خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ رَأْسِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ أُذُنَيْهِ فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ رِجْلَيْهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِ رِجْلَيْهِ (رواه مالك و النسائي وإبن ماجه والحاكم وصححه الألباني

Jika seorang hamba berwudhu kemudian bermkumur-kumur, keluarlah dosa-dosa dari mulutnya, jika ia beristinsyar (menghirup air melalui hidung lalu dihembuskan), dosa-dosa akan keluar pula dari hidungnya, begitu juga ketika ia membasuh muka, dosa-dosa akan keluar dari mukanya sampai dari bawah pinggir kelopak matanya. Jika ia membasuh tangan, dosa-dosanya akan ikut keluar sampai dari bawah kukunya, demikian pula halnya jika ia menyapu kepala, dosa-dosanya akan keluar dari kepala, bahkan dari kedua telinganya. Jika ia membasuh dua kaki, keluarlah pula dosa-dosamua tersebut dari dalamnya, sampai bawah kuku jari-jari kakinya. [HR. Malik, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Hakim. Dan dishahihkan oleh Al-Albâni].

 

Syarat ketiga, Tidak berkhianat pada sunnah

            Ini adalah bentuk penekanan dari syarat yang pertama, yaitu syarat beriman kepada Rasululah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Syarat ini dimana seseorang semasa hidupnya berkewajiban menjalankan syariat berdasarkan apa yang ditetapkan oleh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Tidak menambah dan tidak mengurangi, tidak ekstrim dan tidak pula mengabaikan, menjaga sunnah yang zhahir maupun yang batin, mengamalkan sunnah yang terlihat remeh apalagi yang besar. Orang seperti inilah yang akan meramaikan telaga Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, minum dari airnya yang jernih nan segar serta bertemu dengan Nabi shalallâhu ‘alaihi wa sallam disana.

            Adapun mereka yang merubah-rubah ajaran Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, menganggap segala sesuatu yang baik menurutnya akal pikirannya sebagai bagian ajaran Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam atau berpendapat bahwa seseorang boleh melakukan kreasi-kreasi baru dalam syariat, atau meyakini bahwa boleh mengikuti sesuatu yang diucapkan oleh seorang kiyai atau ustadh yang dipujanya sekalipun menyelisihi syariat Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam maka ia dipastikan terusir sebelum memasuki telaga Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

             Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْر ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٍ

       Dan jauhilah perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah tempatnya di neraka .” [Shahih. HR. Abu Dawud dan Tirmidzi].

 

Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

Artinya: “Barangsiapa mengada-adakan (sesuatu hal yang baru) dalam urusan (agama) kami, yang bukan merupakan ajarannya, maka akan ditolak.” [Muttafaqun ‘Alaih]

      Wahai saudaraku-saudariku semuslim yang masih gemar melakukan amalan dan perbuatan bid’ah, yang mencukupkan diri mengikuti ajaran para nenek moyang, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merindukanmu apakah engkau tidak merindukannya? Apakah engkau tidak ingin minum ditelaganya yang jernih?

            Wahai saudara-saudariku yang masih tenggelam dengan transaksi riba, apakah engkau tidak merindukan nabi yang merindukanmu? Apakah engkau tidak ingin mencicipi kelezatan air telaga Nabimu shallallâhu ‘alaihi wa sallam?

            Wahai saudara-saudariku yang masih meremehkan shalat, apakah engkau tidak merindukan Nabimu yang merindukanmu? Tidakkah engkau mau memenuhi undangan Nabimu untuk menikmati air telaganya?

            Wahai saudara-saudariku semuslim, yang masih mengabaikan hak-haknya sebagai seorang suami atau seorang istri, tidakkah engkau merindukan nabimu yang merindukanmu? Tidakkah engkau mau menyapa beliau ditelaganya?

            Wahai saudara-saudariku semuslim yang siang malam berbuat durhaka kepada kedua orang tua, dan gemar memutuskan tali silaturrahmi, apakah engkau tidak merindukan Nabi yang merindukanmu? Tidakkah adakah keinginanmu untuk meramaikan telaga Nabi bersama orang-orang shalih lainnya?

            Wahai para wanita muslimah,yang dengan suka rela dan bangga mengumbar aurat! Apakah engkau tidak rindu bertemu dengan nabi yang merindukanmu?  Bertakwalah kepada Allah pada dirimu sendiri, pada hijabmu dan pada kehormatanmu. Janganlah menjadi fitnah bagi lawan jenismu. Karena kecantikan dan keindahan yang kalian miliki adalah nikmat namun sekaligus fitnah. Jika kalian menyembunyikan kecantikan dan keindahan yang kalian miliki kecuali dihadapan suamimu maka itu adalah nikmat atasmu. Namun jika engkau menampakkan kepada selain suamimu maka ia adalah bencana. Betapa banyak laki-laki terjatuh dalam kebinasaan karena keindahan wanita yang ditampakkan dan betapa banyak laki-laki yang terselamatkan karena keindahan wanita yang disembunyikan.

         Wahai kaum muslimin wal muslimat bertakwalah kepada Allah, jadilah orang yang benar-benar layak dirindukan oleh Nabi sehingga kelak kita bertemu dengannya ditelaga yang dijanjikan.

                Wahai kaum muslimin! Ramadhan telah berlalu, hari-harinya telah habis, ia telah pergi dan menjadi saksi atas apa yang telah kita perbuat. Jadikanlah Ramadhan sebagai pondasi untuk membangun kebaikan-kebaikan diatasnya. Berbuat kebajikan tidak hanya sebatas dibulan Ramadhan, karena Tuhan dibulan Ramadhan dengan dibulan-bulan lainnya adalah sama. Dan banyak-banyaklah berdoa, agar Allah berkenan menerima amal-amal kita dan kembali menghadirkan Ramadhan dalam kehidupan kita untuk dimasa yang mendatang.

 

للهم اغفر لنا ذنوبنا وإسرافنا في أمرنا، اللهم إنا نسألك في مقامنا هذا أن تكتبنا في عتقائك من النار، اللهم اجعل الجنة مثوانا، وأورثنا الفردوس الأعلى، وأدخلنا الجنة دون حساب ولا عذاب، يا كريم يا وهاب، يا ذا العرش المجيد، يا فعال لما يريد، يا منان، يا ذا الفضل العظيم تفضل على هؤلاء الجمع بعتقهم من النار، وإخراجهم من ذنوبهم كيوم ولدتهم أمهاتهم، لا تفرق هذا الجمع إلا بذنب مغفور، وعمل مبرور، وسعي متقبل مشكور، يا ودود يا غفور، اللهم اغفر لآبائنا وأمهاتنا، اللهم اغفر لوالدينا وللمؤمنين يوم يقوم الحساب، واجعل بلدنا هذا آمناً مطمئناً سخاءً رخاءً وسائر بلاد المسلمين، واحفظنا من بين أيدينا، ومن خلفنا، وعن أيماننا، وعن شمائلنا، ومن فوقنا، ونعوذ بعظمتك أن نغتال من تحتنا، اجعلنا إخوة متحابين، يا أرحم الراحمين، يا رب العالمين طهر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء، اسلل سخائم صدورنا، اسلل سخائم صدورنا، اسلل سخائم صدورنا، واختم بالصالحات أعمالنا، سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلام على المرسلين، والحمد لله رب العالمي

—————————-

 

 

 

 

 

 

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: