//
archives

Fiqh Wanita

This category contains 12 posts

Jabat Tangan dan Berbocengan Dengan Wanita Bukan Mahram


Soal: Apakah hukum bersalaman atau membonceng wanita yang bukan mahram? [Ibnu Malik]   Jawab: Segala bentuk perbuatan yang dapat menjerumuskan seorang hamba ke dalam jurang kebinasaan, telah dijelaskan di dalam syariat yang agung ini. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : مَا بَعَثَ اللَّهُ مِنْ نَبِيٍّ إلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا … Baca lebih lanjut

Hukum Berjilbab (Berhijab)


Beberapa penanya dari wanita muslimah menyatakan keprihatinannya kepada kami tentang kenyataan banyaknya wanita muslimah yang masih enggan untuk ber-hijab (berjilbab). Dengannya mereka meminta kepada kami untuk menjelaskan tentang kewajiban berjilbab dan syarat-syarat busana muslimah yang sesuai syari’at Islam. Jawab : Ketahuilah wahai para wanita muslimah, bahwa yang mem-bedakan antara manusia dengan hewan adalah faktor pakaian … Baca lebih lanjut

Wanita Haidh Berdzikir


Soal: Bolehkah wanita haidh berdzikir?   Jawab: Wanita haidh diperbolehkan berdzikir di masa-masa haidhnya. Dan hal ini merupakan kesepakatan para ulama. Imam an-Nawawi berkata, ‘Ulama sepakat akan bolehnya berdzikir baik dengan hati maupun dengan lisan bagi orang yang berhadats, junub, haidh, serta nifas; dengan bertasbih (ucap Subhanallaah), tahlil (ucap Laa Ilaaha Illallaah), tahmid (ucap Alhamdulillaah), … Baca lebih lanjut

ًWanita Bepergian Seorang Diri


Soal: Mohon penjelasan yang bijak tentang wanita yang safar tanpa mahram. Jazakallahu khairan.   Jawab: Sadarilah wahai para wanita muslimah, bahwa pihak yang paling mengundang fitnah bagi para lelaki di dunia ini adalah kalian para wanita. Fitnah kalian bisa menimbulkan pembunuhan dan perang di antara sesama lelaki. Bahkan bisa saja menyeret pada kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa … Baca lebih lanjut

Makna Quru`


Soal: Saya adalah wanita yang telah dicerai oleh suami. Berapa masa ‘iddah yang harus saya lalui? Mohon jawabannya.     Jawab: Wanita yang dicerai atau ditinggal mati oleh suaminya tidak diperkenankan langsung menikah kecuali setelah melewati masa-masa iddahnya (masa-masa menunggu). Bagi wanita yang dicerai, yang sudah dicampuri oleh suami mereka, dan masih haidh, masa iddahnya adalah tiga kali … Baca lebih lanjut

Aurat Wanita Muslimah di Depan Non Muslimah


Soal: Bolehkah saya tidak mengenakan tudung kepala (tidak berjilbab) dihadapan wanita non muslimah? Mohon jawabannya.   Jawab:  Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ … Baca lebih lanjut

Bekas Darah Haid


Soal: Bagaimana dengan bekas darah haid yang tidak juga hilang setelah dicuci?   Jawab:  Darah haidh adalah najis, demikian kesepakatan ulama sebagaimana yang disebutkan oleh Imam an-Nawawi dalam kitabnya Syarh Muslim 1/588, ‘Kenajisannya tidak dimaafkan meskipun sedikit. Untuk itu wajib dibersihkan ketika ia mengenai baju dan badan.’ Asma’ binti Abu Bakar berkata: Seorang perempuan pernah … Baca lebih lanjut

Pelukan Saat Bertemu


Soal : Saat tamu berkunjung ke rumah atau disaat kita menyambut keluarga yang baru saja kembali menunaikan ibadah haji, bolehkah kita menyambutnya dengan pelukan? Jawab: Yang disunnahkan saat bertemu atau disaat menyambut kedatangan tamu adalah dengan berjabat tangan. Al-Barrâ’ Radhiyallahu Anhu berkata, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tidaklah ada dua orang muslim bertemu dan … Baca lebih lanjut

Ini Yang Boleh Kamu Pandang! [Masalah Memandang Wanita Yang Dipinang]


Soal: Sebutkan hasil pembincangan ahli ilmu tentang (hukum) memandang  wanita yang dipinang serta batasan yang boleh dilihat darinya? Jawab: Pendapat-pendapat ahli ilmu tentang itu dapat diringkas sebagai berikut: Mayoritas ahli ilmu baik dari kalangan salaf maupun khalaf berpendapat atas bolehnya laki-laki memandang wanita yang hendak ia nikahi. Pendapat ini benar adanya lantaran berpijak  dengan apa … Baca lebih lanjut

Wanita Memandang Wajah Laki-Laki Yang Bukan Mahram


Ulama berbeda pendapat tentang hukum wanita memandang laki-laki tanpa disertai syahwat, pada tiga pendapat: Pendapat yang pertama: Adalah pendapat yang membolehkan. Pendapat yang kedua: Adalah pendapat yang mengharamkan. Pendapat yang ketiga: Bahwa pengharaman hanya berlaku khusus untuk istri-istri Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam (Ummahâtul Mukminin) dan diperbolehkan bagi wanita yang lain. Dari tiga pendapat ulama … Baca lebih lanjut