//
archives

Fiqih

This category contains 85 posts

Posisi Tangan Mayit


Soal: Adakah dasar kuat dari sunnah tentang anjuran meletakkan tangan kanan mayit diatas tangan kirinya diatas perutnya/dadanya saat hendak dikafani?   Jawab: Sepanjang pengetahuan kami tidak ada satu dalil shahih pun yang menganjurkan cara demikian. Mengamalkannya dengan berkeyakinan bahwa hal itu adalah bagian dari sunnah maka termasuk dari perbuatan bid’ah. Yang benar bahwa perkaranya longgar; … Baca lebih lanjut

Sujud Tilawah


Sujud Tilawah   Soal    : Apakah yang dimaksud dengan sujud tilawah itu, bagaimana hukumnya, dan bagaimana pula tata caranya? [Taklim Batamas, Wuluhan-Jember]   Jawab: Arti dari sujud tilawah adalah sujud bacaan. Sedang yang dimaksud dengan sujud tilawah pada pertanyaan diatas adalah sujud diwaktu membaca ayat-ayat sajadah yang terdapat didalam al-Qur`an.   Hukum Sujud Tilawah Sujud … Baca lebih lanjut

Sifat Jari Telunjuk Saat Tasyahhud; Lurus Menghadap Kiblat Atau Dibengkokkan?


Soal: Saat bertasyahhud, jari telunjuk yang digunakan untuk berisyarat diluruskan atau dibengkokkan sedikit?   Jawab: Berdasarkan hadits yang shahih, sifat jari telunjuk yang digunakan untuk berisyarat dalam tasyahhud adalah dengan meluruskannya kearah kiblat tanpa membengkokkannya. Hal diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari ‘Ali bin ‘Abdurrahman al-Mu’âwi, ia berkata, “ ‘Abdullah bin ‘Umar … Baca lebih lanjut

Jabat Tangan Usai Shalat


Soal: Berjabat tangan sehabis shalat seperti yang banyak dilakukan oleh kaum Muslimin, apakah memang dianjurkan oleh agama? [Rasul, Dukuh] Jawab: Pada asalnya, berjabat tangan antar sesama muslim adalah perkara baik lagi sangat dianjurkan. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ﻤﺎ ﻤﻦ ﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻴﻠﺗﻘﻴﺎﻦ ﻔﻴﺗﺼﺎﻔﺤﺎﻦ ﺇﻻ ﻏﻔﺮ ﻠﻬﻤﺎ ﻘﺒﻝ ﺃﻦ ﻴﻔﺘﺮﻘﺎ ‘Setiap dua orang muslim yang … Baca lebih lanjut

Duduk Diatas Kubur


Soal: Mayoritas masyarakat kami, apabila mengiringi jenazah dan masuk di areal pemakaman, mereka berdiri dan duduk-duduk di atas kubur, apakah hal ini dibolehkan? [Abdurrahman] Jawab: Menginjak-nginjak makam (kubur) begitu juga duduk-duduk di atasnya adalah dua perbuatan yang diharamkan oleh syariat. Perhatikan hadits berikut ini : ﻋﻦ ﺠﺎﺒﺮ ﻘﺎﻝ : ﻨﻬﻰ ﺮﺴﻭﻞ ﷲ ﺼﻟﻰ ﷲ ﻋﻟﻴﻪ … Baca lebih lanjut

Dua Rakaat Fajar


Soal: Benarkah shalat sunnah qabliyah fajar itu dilaksanakan sebelum terbitnya fajar shubuh (sebelum masuknya waktu shubuh)? Mohon penjelasannya, mengingat dikampung kami ada seorang ustadz yang mengatakan bahwa qabliyah fajar itu dilakukan sebelum masuk waktu shubuh.   Jawab: Shalat dua rakaat fajar adalah shalat yang keutamaannya melebihi dunia dan isinya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : … Baca lebih lanjut

Basuh Anggota Wudhu Kurang Dari Tiga Kali


Soal: Bolehkah kita membasuh anggota wudhu kurang dari tiga kali? Mohon penjelasannya.   Jawab: Jika kita membuka hadits-hadits yang terkait dengan jumlah hitungan dalam membasuh anggota-anggota wudhu, maka di sana kita akan dapatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah berwudhu dengan sekali basuh, dua kali basuh, dan tiga kali basuh. Sedang sikap yang terbaik dalam … Baca lebih lanjut

Fiqih I’tikaf


Soal: Jika tidak keberatan, mohon kiranya dituliskan tentang hukum-hukum yang terkait dengan I’tikaf, sehingga dapat kami jadikan pedoman dalam ber-I’tikaf. [Abu Abdullah – Du kuh Dempok]   Jawab: I’tikaf di bulan Ramadhan adalah salah satu dari sekian banyak sunnah yang rutin dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bahkan beliau Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak … Baca lebih lanjut

Caleg Wanita


Soal: Terus terang kami agak risih dengan keikutsertaan wanita-wanita dalam pemilihan caleg (calon legislatif) baik dalam skala daerah maupun pusat. Tapi rasa risih ini mungkin tidak beralasan pasalnya partai-partai yang bernotabene Islam juga mengusung calonnya dari wanita. Bagaimana sebenarnya di dalam Islam tentang keikutsertaan wanita dalam kancah pemilihan legislatif? Atas jawabannya Jazakumullahu Khairan. [Jember]   … Baca lebih lanjut

Makna Haji Mabrur


Soal: Apakah yang dimaksud dengan ‘Haji Mabrur’ itu dan adakah syarat-syarat tertentu untuk meraih predikat haji mabrur tersebut? (DukuhDempok, Jember). Jawab: Rasulullullah Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda tentang haji mabrur: الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ Artinya; ‘Umrah ke umrah menghapus dosa antara keduanya, dan tidak ada balasan … Baca lebih lanjut